Senin, 12 Desember 2016

ADMINISTRASI KURIKULUM

ADMINITRASI KURIKULUM : ADMINITRASI PERSONAL, ADMINITRASI SARANA, ADMINITRASI KEUANGAN

10519500_730054860376432_1197044987432231605_n

DISUSUN OLEH :
Septian Candra (62.2014.042)
M. Faqih Habibi (62.2014.089)
Farezi (62.2014.035)

Dosen Pengampu :
Karliana Indrawari. M.Pd.I


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2016/2017





 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
      Pendidikan dipercaya sebagai alat strategis untuk meningkatkan taraf hidup manusia, karena melalui pendidikan ini manusia menjadi cerdas, memiliki skill, memiliki sikap hidup yang baik, sehingga dapat bergaul dengan baik di masyarakat dan dapat menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Pendidikan menjadi investasi yang memberi keuntungan, baik dalam kehidupan sosial maupun pribadi yang menjadikan bangsa ini bermanfaat dan menjadikan individunya menjadi manusia yang memiliki derajat. Oleh karena pendidikan, kemampuan manusia terus diasah agar memiliki ketajaman dalam memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga memiliki kepribadian yang mandiri dan mampu bertanggung jawab, serta memiliki pemahaman, toleransi dan apresiasi terhadap orang lain.

B.     Rumusan Masalah
               1.  Apa pengertian Administrasi Kurikulum?
               2.  Apa Pengertian Administrasi Personal?
               3.  Apa Pengertian Administrasi Sarana?
               4.  Apa Pengertian Administrasi Keuangan?
         









BAB II
PEMBAHASAN

A.       Administrasi Kurikulum
a.     Pengertian Administrasi Kurikulum
      Istilah kurikulum berasal dari bahasa Latin yaitu curricular yang berarti jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Dengan demikian dalam pengertian sempit kurikulum diartikan dengan sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik dalam jangka waktu tertentu. Selanjutnya dalam pengertian luas kurikulum diartikan dengan semua pengalaman belajar yang diberikan kepada peserta didik, selama mereka mengikuti pendidikan dan pembelajaran di sekolah atau lembaga pendidikan tertentu.[1]
      Webster’s Third New Internasional Distionery menyebutkan curriculum berasal dari kata curere. Dalam bahasa latin currerre berarti berlari cepat, tergesa-gesa, menjalin. Currerre dikata bendakan menjadi curriculum berarti lari cepat, pacuan, balapan berkereta, berkuda, berkaki, perjalanan, satu pengalaman tanpa berhenti. Menurut satuan pelajaran kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yang berarti jarak yang ditempuh.[2]
      Sedangkan dalam bahasa Perancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari. Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan garis sampai dengan garis finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Jarak yang ditempuh tersebut kemudian diubah menjadi program sekolah dan semua orang yang terlibat di dalamnya.[3]
      Jadi dapat disimpulkan bahwa administrasi kurikulum adalah seperangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan berisi rencana – rencana pembelajaran yang diberikan untuk peserta didik dalam suatu periode pendidikan.




b.    Kegiatan-kegiatan Administrasi Kurikulum
      Kegiatan administrasi dititikberatkan pada usaha-usaha pembinaan situasi belajar-mengajar di sekolah agar selalu terjamin kelancarannya.[4] Kegiatan administrasi kurikulum yang terpenting disini dapat disebutkan dua hal yaitu sebagai berikut :
            1.   Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru
a.     Pembagian tugas pengajar dan tugas piket.
b.    Pengaturan bimbingan guru terhadap siswa.
c.     Penyusunan satuan pelajaran.
d.    Penyusunan program kegiatan mgbs (majelis guru bidang studi)
e.     Pembagian tugas/tanggung jawab dalam membina ekstrakulikuler.
f.     Koordinasi penyusunan persiapan mengajar
2.      Kegiatan yang berhubungan dengan proses pelaksanaan belajar-mengajar.
a.     Penyusunan jadwal pelajaran.
b.    Penyusunan program (rencana) berdasar satuan waktu tertentu
c.     Pengisian daftar kemajuan murid.
d.    Penyelenggaraan evaluasi hasil belajar.
e.     Laporan hasil evaluasi.

B.     Administrasi Personal ( Kepegawaian )
a.    Pengertian Administrasi Personal ( Kepegawaian )
 Administrasi personal atau biasa juga disebut sebagai administrasi kepegawaian adalah suatu seni untuk memilih pegawai-pegawai baru dalam mempekerjakan pegawai-pegawai yang telah ada ( pegawai-pegawai lama ) sedemikian rupa, sehinga diperoleh atau dicapai hasil atau faedah dan pelayanan yang sebesar-besarnya, baik mengenai kualitas maupun mengenai kuantitas dan tenaga kerja itu.[5] Adapun pengertian administrasi kepegawaian dalam arti luas dan sempit adalah sebagai
1.    Administrasi kepegawaian dalam arti luas, yakni yang menyangkut kebijaksana (policy) penerimaan (seleksi), penempatan, pembinaan dalam menciptakan perangkat kepegawaian yang stabil, berprestasi, berkelangsungan dan setia pada organisasi kerja.
2.    Administrasi kepegawaian dalam arti sempit, yakni kegiatan yang menyangkut tata usaha  kepegawaian dalam memenuhi haknya antara lain mengenai memproses surat-menyurat  pengangkatannya, pemindahannya, kenaikanpangkatnya, pemberhentiannya dan lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa administrasi personal adalah serangkaian proses kerja sama mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam bidang personalia dan mendyagunakan sumber yang ada secara efektif dan efesien.
      Tugas tiap Setiap personal sekolah mempunyai tugas yang sudah digariskan dan ditetapkan oleh sekolah.Tugas ini merupakan personal disusun berdasarkan pekerjaan dan kedudukannya.Oleh karena itu, tiap personal memiliki tugas yang berbeda.Dengan demikian tugas personal sekolah yang dikemukakan di sini Meliputi tugas kepala sekolah, tugas guru, dan tugas tata usaha sekolah. Rincian tugas-tugas iu adalah sebagai berikut;
1.    Tugas kepala sekolah
      Peranan kepala sekolah adalah sangat penting dalam menentukan operasional kerja harian,mingguan,bulanan,semesteran,dan tahunan yang dapat memecahkan berbagai problematika pendidikan di sekolah. Pemecahan problematika msalah ini sebagai komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui supervisi pengajaran,konsultasi,dan perbaikan-perbaikan penting guna meningkatkan kualitas pembelajaran
2.      Tugas guru
      Keseluruhan proses pendidikan menyangkut tiga bidang yaitu bidang pengajaran,administrasi, dan bimbingan siswa. Pengajaran sering dipandang sebagai bidang utama, karena secara langsung berfungsi membina perkembangan siswa, baik segi intelektual,fisik, social maupun emosional. Administrasi  dan bimbingan sebagai penunjang bagi optimalisasi perkembangan siswa.[6]
     Sejak sekolah atau lembaga pendidikan formal ada, ketiga bidang tadi telah ada atau telah dilaksanakan. Terutama bimbingan siswa, pelakunya adalah guru, guru sebagai pendidik,pengajar,administrator dan juga pembimbing siswa. Guru mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan dan pengajaran di sekolah berdasarkan kurikulum yang berlaku. Untuk memberikan gambaran mengenai ruang lingkup tugas guru yang membantu kepala sekolah di bawah ini dikemukakan beberapa contoh kegiatan:
a.    Guru yang mendapat tugas tambahan membantu kepala sekolah di bidang program    pengajaran melakukan kegiaan
a)    Penyusunan jadwal kegiatan sekolah
b)    Penyusunan pembagian tugas guru
c)    Penyusunan jadwal pelajaran
d)   Penyusunan jadwal evaluasi belajar
e)    Penyusunan laporan pelaksanaan pengajaran  secara berkala
b.    Guru yang mendapat tugas tambahan membantu kepala sekolah sebagai wali kelas melakukan kegiatan :
a)    penyusunan laporan keadaan kelas pada akhir tahun ajaran
b)    pembuatan statistik bulanan murid
c)    penyusunan jadwal pelajaran kelas
d)   pencatatan jumlah kehadiran murid mingguan dan bulanan
e)   pengisian daftar nilai murid dan pendataan alamat murid
f)    pembuatan catatan khusus tentang murid
g)   pencatatan mutasi murid
c.    Guru yang mendapat tugas tambahan membantu kepala sekolah dibidang bimbingan dan penyuluhan melakukan kegiatan :
a)   penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan karir dan agama meliputi: waktu kegiatan, metode, peralatan dan biaya teknik, serta petugas bimbingan.
b)   koordinasi dengan wali kelas penanggung jawab bidang pembinaan murid dan wali murid
c)   penyusunan dan pelaksanaan program bekerja sama dengan instansi lain yang relevan
d)  evaluasi pelaksanaan dan bimbingan dan penyuluhan, penyusunan statistik hasil evaluasi, penyusunan dan pemberian salam
3.      Tugas Tata Usaha Sekolah
Pegawai tata usaha sekolah tergolong tenaga administrasi yang diangkat secara formal. Kedudukannya dalam administrasi ada di bawah  kepala sekolah. Pekerjaannya menjalankan kegiatan administrasi tertentu yang telah di tetapkan oleh struktur dan fungsi sekolah secara formal, di bawah pengaturan kepala sekolah. Tugasnya adalah mengatur dan melaksanakan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan ketatalaksanaan kantor sekolah.[7]
a.        Pengolahan Surat
 Kegiatan administrasi kantor sekolah dilaksanakan oleh tata usaha sekolah dan pelaksanaanya mencakup, antara lain hal-hal sebagai berkut :
Surat masuk untuk mencatat semua surat masuk (buku agenda)
                                                            a)      Surat keluar untuk mencatat semua surat keluar (buku perbal)
b.      Pengolahan Arsip
Arsip-arsip sebagai pusat ingatan, sumber informasi dan sumber penelitian bagi sekolah harus dikelola dengan baik, dengan cara sebagai berikut :
a)     Sistem penataan atau penyimpangan arsip yang dapat dipergunakan sebagai dasar  penataan    atau penyimpangan dapat berupa sistem abjad, sistem tanggal atau sistem wilayah.
b)   Arsip-arsip yang penting dan permanen (tetap), harus dirawat dan dijaga agar terjamin keamanannya, antara lain arsip-arsip yang menyangkut akte tanah, gedung, akte status sekolah dan lain-lain.

C.    Administrasi Sarana dan Prasarana
a.    Pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses( usaha, pembangunan, proyek).[8] 
Sedangkan secara etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah,lapangan olahraga, uang,dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. misalnya; ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dsb[9]. Menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembakuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maka yang dimaksud dengan: “Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien”.
 Dengan demikian dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri. Sarana pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu :
1.         Ditinjau dari habis tidaknya dipakai
2.          Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan
3.         Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar  
b.     Proses administrasi sarana dan prasarana
      Menurut Sutjipto aktivitas administrasi dalam bidang sarana dan prasarana pendidikan meliputi; perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyaluran, pemanfaatan dan pemeliharaan, penghapusan, dan pengawasan sarana dan prasarana pendidikan. Dapat diuraikan sebagai berikut:[10]
1.      Perencanaan
      Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu proses analisis dan penetapan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga muncullah istilah kebutuhan yang diperlukan (primer) dan kebutuhan yang menunjang. Dalam proses perencanaan ini harus dilakukan dengan cermat dan teliti baik berkaitan dengan karakteristik sarana dan prasarana yang dibutuhkan, jumlahnya, jenisnya dan kendalanya (manfaat yang didapatkan), beserta harganya.
2.      Pengadaan
      Pengadaan adalah semua kegiatan penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas. Karena fungsi dan kegiatan setiap organisasi berbeda, maka pengadaan sarana dan prasarana kantor juga tidak selalu sama antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Dalam mengadakan sarana dan prasarana tersebut harus dilakukan perencanaan terlebih dahulu.[11]
c.    Peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana
     Kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tertuang di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 45 ayat (1) yaitu ”setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik.

D.    Administrasi Keuangan
a.    Pengertian Administrasi Keuangan
     Administrasi Keuangan Adalah kegiatan yang berkenaan dengan pencatatan, penggolongan, pengolahan, penyimpanan, pengarsipan terhadap seluruh kekayaan Negara termasuk di dalamnya hak dan kewajiban yang timbul karenanya baik kekayaan itu berada dalam pengelolaan bank-bank pemerintah, yayasan-yayasan pemerintah.
       Menurut mulyuno, MA. Administrasi keuangan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan atau diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinu terhadap biaya operasional sekolah sehingga pendidikan lebih efektif dan efesien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan. [12]  
 Dengan status hukum public ataupun privat, badan-badan usaha Negara dan badan-badan usaha lainnya dimana pemerintah mempunyai kepentingan khusus serta terikat dalam perjanjian dengan penyertaan pemerintah ataupun penunjukkan pemerintah. Administrasi keuangan terdiri dari serangkaian langkah-langkah dimana dana-dana disediakan begi pejabat-pejabat tertentu dibawah prosedur-prosedur yang akan menjamin sah dan berdaya-gunanya pemakaian dana-dana itu. Bagian utama ialah menyusun anggaran belanja, pembukuan, pemeriksaan pembukuan, pembelian dan persediaan.[13]
 Jadi dapat disimpulkan administrasi keuangan adalah sebuah analisis terhadap sumber-sumber pendapatan dan penggunaan biaya yang diperuntukan sebagai pengelolaan pendidikan yang secara efektif dan efesien dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
b.      Sistem Administrasi Keuangan
1.    Pendekatan  Ketatalaksanaan  keuangan
     Dengan  pendekatan  ketetatalaksanaan  keuangan (financial management) maka  pembahasan  administrasi  keuangan  mencakup  fungsi  perencanaan keuangan, ketatalaksanaan  penggunaan  dana, penyediaan  atau penggunaan  dana  yang  diperlukan. Menurut  Robert W Johnson,  fungsi  ketatalaksanaan  adalah  perencanaan keuangan (financial  planning)
     Hakekat  perencanaan  adalah  analisa, baik  analisa  intern  maupun  ekstern, baik  jangka pendek. Sedang maupun jangka panjang sebagai landasan menyusun serangkaian tindakan pada masa mendatang dalam usaha mencapai tujuan tertentu. Perancangan keuangan mencakup proyeksi terhadap kebutuhan investasi pada masa mendatang (cash flows) serta royeksi terhadap kebutuhan investasi pada masa mendatang (capital budgeting).
     Perencanaan atas aliran masuk dan keluar dari kas dan proses pengambilan keputusan terhadap alokasi dana di antara berbagai kemungkinan merupakan dua fungsi ketatalaksanaan keuangan yang erathubungannya. Jika alira keluar dari kas melebihi aliran masuk ke kas sebagaimana yang diperkirakan akan terjadi pada masa mendatang dan saldo kas tidak mencukupi untuk menyerap kekurangan, maka perlu diperoleh atau ditarik dana dari luar melalui berbagai bentuk dan kemungkinan pemilihan dan pinjaman yang ada.
2.    Organisasi  sebagai  sistem  terbuka.
     Organisasi  keuangan, yang  ada dalam  batas-batas dan kendala-kendala lingkungan luar, mencakup lima unsur pokok  yang  saling  berhubungan dan pengaruh  mempengaruhi. Infut dari luar – diubah – disajikan kepada lingkungan luar (sebagai sebuah sistem  terbuka).[14]
Organisasi keuangan  terdiri atas 5 unsur :
a.       unsur tujuan dan nilai (diperoleh dari lingkungan sosial budaya).
b.       unsur teknis (spesialisasi pengetahuan, kecakapan, dan ketrampilan  yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi organisasi keuangan.
c.       unsur psikososial (menunjukkan  hubungan sosial vertikal  maupun horisontal
               faktor motivasional).






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
      kurikulum berarti segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untuk diatasi oleh para siswa/mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan. Administrasi personal atau biasa juga disebut sebagai administrasi kepegawaian adalah suatu seni untuk memilih pegawai-pegawai baru dalam mempekerjakan pegawai-pegawai yang telah ada ( pegawai-pegawai lama ) sedemikian rupa, sehinga diperoleh atau dicapai hasil atau faedah dan pelayanan yang sebesar-besarnya, baik mengenai kualitas maupun mengenai kuantitas dan tenaga kerja itu.
     Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses( usaha, pembangunan, proyek). Administrasi Keuangan yang dimaksud adalah seluruh kekayaan sekolah dalam bentuk apapun, yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk didalamnya segala bagian

















DAFTAR PUSTAKA

Asnawir, 2004,.Administrasi Kurikulum, Padang : IAIN IB Press. 
Arifin,  Zainal. 2011, Konsep dan Model PengembanganKurikulum, Bandung : Rosda.
Burhanudin, Yusak, 2005, Administrasi Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia.
Gunawan, Ary,  2011, Administrasi Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta.
Hadi, M. 1981, Administrasi Keuangan, Jakarta: s,n.
Moekijat, 1976 , Manajemen Kepegawaian, Bandung: Alumni Bandung.
Mulyasa,  2002, .Administrasi Sekolah,  Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyono, , 2009. Manajemen  Administrasi dan Organisasi Pendidikan, Yogyakarta: AR-RUZZ Media
Ngalim M. Purwanto, 2012,  Administrasi dan supervisi pendidikan, Bandung: Rosda Karya
Sabri, Ahmad,  2000, Administrasi Pendidikan, Padang: IAIN IB Press.
Soetopo, Hendyat dan Soemanto,Wasty. 1986, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum,  Jakarta: Bina Aksara.
Sutjipto dan Mukti, Basori,  1993, Administrasi Pendidikan, Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Sri, Mulyani Dkk, 2008, Modul Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran, Jakarta: Erlangga.



[1] Asnawir, Administrasi Kurikulum, ( Padang : IAIN IB Press,  2004 ), Hal 211.
[2] Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum, ( Jakarta: Bina Aksara, 1986 ), Hal 12
[3] Zainal Arifin,  Konsep dan Model PengembanganKurikulum, ( Bandung : Rosda, 2011 ), Hal 2.
[4] Ahmad Sabri, Administrasi Pendidikan, ( Padang: IAIN IB Press, 2000 ), Hal 54.
[5] Moekijat, Manajemen Kepegawaian, ( Bandung: Alumni Bandung, 1976 ), Hal 67.
[6] Drs.  M. Ngalim Purwanto,  Administrasi dan supervisi pendidikan, ( Bandung: Rosda Karya, 2012 ), Hal 106-112.
[7] Ahmad Sabri, Administrasi Pendidikan, ( Padang: IAIN IB Press, 2000 ), Hal 74.
[8] Mulyani Sri, Dkk, Modul Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran, ( Jakarta: Erlangga, 2008 ), Hal 55.
[9] Yusak Burhanudin, Administrasi Pendidikan, ( Bandung: Pustaka Setia, 2005 ),  Hal 77.
[10] Sutjipto dan Basori Mukti, Administrasi Pendidikan, ( Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti, 1993 ), Hal
[11] Drs. Ary Gunawan, Administrasi Sekolah, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2011 ), Hal 144.
[12] Mulyono, Manajemen  Administrasi dan Organisasi Pendidikan, ( Yogyakarta: AR-RUZZ Media, 2009 ), Hal 181.
[13] Mulyasa, Administrasi Sekolah, ( Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002 ), Hal 47.
[14] M. Hadi, Administrasi Keuangan, ( Jakarta: s,n, 1981 ), Hal 21.

Sabtu, 03 Desember 2016

PERANG SALIB DAN INVASI MONGOL KE DUNIA ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perang salib bertitik tolak pada pembagunan pesat yang berlaku di eropa barat pada abad pertengahan. Perang salib berawal dari ketidaksukaan orang kristen kepada islam dan umat islam. Perang salib berlangsung selama 2 abad, antara abad ke 11 dan ke 13, disebut perang salib karena ekspedisi militer kristen mempergunakan salib sebagai simbol pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci dan bertujuan untuk membebaskan kota suci Baitul maqdis ( yerussalem)  dari tangan-tangan orang islam.
Bangsa mongol berasal dari daerah pegunungan mongolia yang membentang dari asia tengah sampai ke siberia utara, tibet selatan, dan manchuri barat, serta turkistan timur. Nenek moyang mereka bernama alanja khan, yang mempunyai dua orang putra kembar, tartar dan mongol. Kedua putra ini melahirkan dua suku bangsa besar, yakni mongol dan tartar. Mongol mempunyai anak bernama IIkhan, yang melahirkan keturunan pemimpin bangsa mongol dikemudian hari.

B. Rumusan Masalah
     1. Apa perang salib itu?
     2. Apa saja faktor penyebab perang salib itu? 
     3. Bagaimana asal-usul bangsa mongol ?
     4. Mengetahui pemimpin mongol yang terkenal?

C. Tujuan Pembahasan
     1. Untuk mengetahui apa itu perang salib?
     2. Untuk mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya perang salib?
    3. Mengetahui asal-usul bangsa mongol ?
    4. Mengetahui pemimpin bangsa mongol yang terkenal?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perang Salib
Perang salib berasal dari bahasa arab, yang artinya suatu gerakan atau barisan, sedangkan dalam Ensiklopedi islam perang salib iaiah gerakan kaum kristen di eropa yang memerangi umat islam di palestina secara berulang-ulang, mulai dari abad XI sampai abad XIII M. untuk membebaskan baitul maqdis dari kekuasaan islam dan bermaksud menyebarkan agama dan mendirikan gereja dan kerajaan latin di timur. Dikatakan salib, karena setiap orang eropa yang ikut bertempur mengenakan tanda salib didada kanan sebagau bukti kesucian cita-cita mereka. Terhadap pengertian ini, diperkuat lagi oleh Philip K. Hitti bahwa perang salib itu adalah perang keagamaan selama hampir dua abad yang terjadi sebagai reaksi umat kristen di eropa terhadap umat islam di asia yang diangap sebagai pihak penyerang. Perang salib terjadi pada masa daulah Bani Abbasiyah IV dalam kekuasaan turki bani saljuk.
Dari beberapa pengertian  di atas, dapat disimpulkan bahwa perang salib adalah perang yang dilakukan oleh umat kristen eropa dengab mengerahkan umatnya secara terorganisir yang bersifat militer, dan menurut mereka perang salib ini merupakan perang suci untuk merebut kembali Bait al-maqdis di yerussalem dari tangan umat islam.

B. Faktor-Faktor Terjadinya Perang Salib
1. Faktor agama
2. Faktor politik
3. Faktor sosial ekonomi

C. Benih-Benih Permusuhan
Menurut beberapa ahli sejarah, perang salib berawal dari benih-benih permusuhan kaum kristiani terhasap umat islam. Setelah dinasti saljuk dapat merebut baitul maqdis pada tahun 471 H, kaum kristiani merasa kesulitan dalam melakukan ziarah ketanah sucinya.
Maka untuk memperoleh kembali keleluasaannya, paus urbanus berseru kepada kaum kristiani di eropa untuk melakukang peranh suci, yaitu memerangi kaum muslimin di palestina secaraa berulang-ulang dengan tujuan membersikan tanah suci mereka (yerussalem). Dengan demikian perang ini dapat dibagi menjadi beberapa periode.
1. Perang Salib I ( 1096-1144 M )
Sejarah peperangan antara islam dan non-muslim sudah dimulai sejak nabu Muhammad S.A.W antara lain perang mu'tah dan perang tabuk, setelah itu diikuti penaklukan byzantine termaksuk shiria dan mesir pada zaman khalifah umar. Dalam penaklukan ini islam berhasil menguasai baitul maqdis di palestina, hal ini membuat orang kristen marah karena merupakan tanah suci orang kristiani. Pihak atabeg saljuk telah menghalangi orang kristiani menziarai tanah suci dengan cara mengenakan cukai yang tinggi bagi orang yang melalui wilayah-wilayah sebelum sampai ke baitul maqdus. Kemarahan orang kristen semakin memuncak dengan adanya penghancuran gereja sucu oleh kerajaan Fatimiyyah pada tahun 1009 M, dimana gereja tersebut dibangun di atas makam nabi isa as.
Sebelum perang salib terjadi, tentara norman yang memerintah di selatan italia telah berhasil menaklukkan pemerintahan islam di pulau sicilia pada tahun 1091 M. Dengan berhasil menaklukkan pemerintah islam di pulau sicilia kepada tangan kristen telah memberikan perangsangan yang kuat kepada mereka  untuk meneruskan perluasaan daerah jajahan. Kekalahan pada perang salib ini membuat pasukan islam kembali bersemangat san bersatu untuk menentang pasukan salub, dibawah pimpinan gubernur mosul yang bernama imaduddim zengi, tentara islam berhasil merebut kembali aleppo dan adessa.
2. Perang Salib II ( 1144-1192 M )
Hampir setengah abad dari tahun 492-542 atau 1099-1147 baitul maqdis diduduki oleh tentara salib, pada masa itu orang islam hidup menderita di bawah pemerintahan orang kristen.kekuatan orang islam muncul dengan kelahiran seorang tokoh bernama Imad al - Din Zanki seorang politikus yang menjadi gubernur mawsil utara iraq sejak tahun 1127 M. Pada tahun 1144 M zanki telah berhasil menaklukkan endessa dan beberapa kawasan di wilayah shiria dari tangan orang kristen.
Pada tahun 564/1169 M, khalifah al-'Adi, khalifah kerajaan fatimiyyah yang terakhir. Meminta bantuan kepada shirkhuh mempertahankan negeri mesir dari serangan tentara salib, dalam peperangan ini shirkhuh mencapai kejayaan cemerlang dan seterusnya beliau dilantik menjadi wazir kerajayaan fatimiyyah untuk mengantikan shawar, hanya dua bulan beliau wafat dan digantikan oleh Salahuddin Al-Ayyubi,  pada periode kedua peperangan dimenangkan oleh umat islam yang dipimpin oleh salahuddin al-ayyubi. Beberapa wilayah yang pernah dikuasai tentara salib dapat direbut kembali. Sehingga perjanjian shulh al-ramlah pada 1192 terjadi antara kedua belah pihak, dengan kesepakatan bahwa orang kristen yang berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu.
3. Perang Salib III (1193-1291 M)
Perang salib III ini timbul sebab bangkitnya mesir dibawah pimpinan salahuddin, berkat kesuksesannya menaklukkan baitul maqdis dan kemampuannya mengatasi angkatan-angkatan perang prancis, inggris,jerman, dan negara eropa lainnya.
Kejadian tersebut dapat membagunkan eropa-barat untuk menyusun angkatan salib selanjutnya atas saran Guillaume. Perang salib III di pimpin oleh kaisar fredrick I barbarosa dari jerman, philip Ii august (raja prancis dan inggris), richard the lion heart. Ketika itu pasukan jerman sebanyak 100.000 orang dibawah pimpinan frederick barbarosa nasibnya sangat malang, ketika ia menyebrangi sungai yang jeram di sisilia-armenia ia mati tenggelam sehingga pasukannya kehilangan pemimpin dan pasukannya patah semangat, akhirnya pasukan tersebut ada yang memilih kembali ke negerinya dan ada pula yang terus untuk bergabung dengan pasukan lainnya.
Periode ini lebih dikenal denan periode perang saudara kecil-kecilan atau periode kehancuran didalam pasukan salib sendiri. Hal ini disebabkan karena periode ini lebih disemangati oleh ambisi poitik untuk memperoleh kekuasaan dan suatu yang bersifat material, dari motivasi agama. Tujuan mereka untuk membebaskan baitul maqdis seolah-olah mereka lupakan, hal ini dapat dilihat ketika pasukan salib yang disiapkan menyerang mesir (1202-1204 M) ternyata mengubah haluan menuju constantinople, kota ini direbut dan diduduki lalu dikuasai oleh baldwin sebagai raja pertamanya. Dalam periode ini telah terukir dalam sejarah yaitu munculnya pahlawan wanita yang terkenal gagah berani yaitu Syajar Ad-Durr, dia berhasil menghancurkan pasukan raja loid IX  dari prancis dan sekaligus menangkap raja tersebut. Dalam periode ini pasukan salib selalu mengalami kekalahan.

D. Asal-Usul Bangsa Mongol
Bangsa mongol berasal dari pengunungan mongolia yang membentang dari asia tengah sampai ke siberia utara, tibet selatan, dan manchuri barat, serta turkistan timur. Nenek moyang mereka bernama alanja khan, yang mempunyai anak kembar, tartar dan mongol. Kedua putra ini melahirkan dua suku bangsa besar yakni mongol dan tartar.  Mongol mempunyaibanak bernama ilkhan yang melahirkan keturunan pemimpin bangsa mongol dikemudian hari.
Agama bangsa mongol semula adalah syamanisme.yank meskipun mereka mengakui adanya tuhan yang maha esa, tetapi mereka tidak brribadah kepada-Nya, melainkan menyembah kepada arwah terutama roh jahat yang karena mampu mendatangkan bencana,  mereka jinakkan dengan saji-sajian,disamping itu mereka sangat memuliakan arwah nenek moyang yang dianggap masih berkuasa mengatur hidup keturunannya.
Pemimpin atau khan bangsa mongol yang pertama diketahui dalam sejarah adalah yesugey. Ia adalah ayah jenghiz ( chinggiz atau chingis) . Invasi mongol ke wilayah islam terjadi karena ada peristiwa utrar 1218M, yaitu ketika gubernur khawarizm membunuh para utusan jenghiz yang disertai pula oleh saudagar muslim. Peristiwa tersebut menyebabkan mongol menyerbu wilayah islam tahun 1219-1220 , padahal sebelumnya mereka itu justru hidup brdampingan secara damai satu sama lain.
Kemudian mereka masuk bukhara, samarkand, khurasan, quzwain, mereka kembali dapat perlawanan dari sultan alauddin, tetapi kali ini mereka dengan mudah dapat masuk mengalakan pasukan khawarizm. Sultan alauddin tewas dalam pertempuran di mazindaran, ia digantikan putranya jalaluddin yang kemudian melarikan diri ke india karena terdesak dalam pertempuran didekat attock 1224 M. Dari sana pasukan mongol terus ke azerbaijan. Di setiap daerah yang dilalui pembuhunan besar-besaran terjadi. Bangunan-bangunan indah di hancurkan sehingga tidak berbentuk lagi, demikian juga bangunan yang sangat bernilai sejarah. Sekolah, masjid, dan gedung lainnya dibakar.kota bukhara di samarkhand yang didalamnya terdapat makam imam bukhari salah satu perawi hadis yang termasyur, dihancurkan. Balkh dan kota-kota lain yang mempunyai peradaban islam yang tinggi di asia tengah juga tidak luput dari penghancuran. Jalaluddin, penguasa khawarizm yang berusaha meminta bantuan kepada khalifah abbasiyah di baghdad, menghindarkan diri dari serbuan mongol, ia diburuh oleh lawannya hingga ke india tahun 1221, yang akhirnya ia lari ke barat. Pada saat kondisinya mulai lemah,  jenghiz khan membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat bagian kepada empat orang putranya. Yaitu juchi, chagatai, ogotai, dan toluy.

E. Invasi-Invasi Mongol
Wilayah kultur arab menjadi jajahan mongol setelah bagdad ditaklukkan oleh hulako khan, ia membentuk kerajaan II khaniyah yang berpusat di tabris dan maragha. Ia dipercaya saudaranya mongke khan untuk mengembalikan wilayah-wilayah mongol di asia barat yang telah lepas dari kekuasaan mongol setelah kematian jengis. Ia berangkat dengan disertai pasykan yang sangat besar untuk menunaikan tugas itu tahun 1253 dari mongolia. Hulako yang memerintah hingga tahun 1265 digantikan oleh anaknya, abaqa.
1265-1282. Orang-orang mongol II khaniyah ini bersekutuh dengan orang salib, penguasa kristen eropa, armenia cilicia untuk melawan  mamluk dan keturunan-keturunan saudaranya sendiru dari dinasti horde keemasan / golden horde yang telah bersekutuh dengan mamluk, penguasa muslim yang berpusat dimesir. Dinasti II khaniyah lama kelamaan renggang hubungannya dengan saudara saudaranya di timur, terutama setelah meninggalnya qubulay khan tahun 1294. Bahkan mereka yang menguasai barat sampau bagdad itu karena tekanan kultur persia yang islam, berbondong-bondong memeluk agama islam seperti ghazan khan dan keturunannya.
Penguasa II khaniyah terakhir iaiah abu sa'id. Ia berdamai dengan mamluk tahun 1323, yang mengakhiri permusuhan kedua kekuasaan itu untuk merebut syiria. perselisihan dalam tubuh II Khariyah sendiri menyebabkan terpecahnya kerajaan menjadi dinasti kecik kecik yang bersifat lokal, mereka dapat dipersatukan pada masa timur lenk yang berbentuk dinasti timurriyah yang berpusat di samarkand. Sebagian wilayah II khaniyah yang berada di kawasan kebudayaan arab seperti iraq, kurdistan, azebaijan , diwarisi oleh dinasti jalayiriyah.
Kultur islam yang ada dikawasan budaya arab seperti iraq dan syiria serta sebagian persia sebelah barat, walaupun secara politis dapat ditaklukan oleh mongol, tetapi akhirnya mongol sendiri terserap kedalam budaya islam.

F. Dampak Kekuasaan Mongol
Dampak negativ lebih banyak dari dampak positifnya. Kehancuran tampak jelas dimana-mana dari serangan mongol dari wilayah timur hingga kebarat. Pembunuhan terhadap umat islam terjadi, bukan hanya pada masa holako yang membunuh khalifah abbasiyah dan keluarganya, tetapi juga pembunuhan terjadi pada umat islam yang tidak berdosa. Seperti yang dilakukan oleh argun khan ke 4 pada masa dinasti II khaniyah terhadap takadur  khan ketiga yang dibunuh karena masuk islam, argun syamsuddin seorang administrator dari keluarga juwaini yang tersohor di hukum mati tahun 1284, syamsuddin pengantinnya juga dibunuh tahun 1289, dan sa'id ad daulah yang orang yahudi itu dihukum mati pula tahun 1289.
Ada pula dampak positifnya dengan berkuasaannya dinasti mongol ini setelah para pemimpinnya memeluk agama islam. Mengapa dapat menerima dan masuk agama islam, antara lain disebabkan karena mereka berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam jangka panjang, seperti yang dilakukan ileh gazhar khan yang menjadikan islam sebagai agama resmi kerajaan,  walaupun ia pada mulanya beragama budha.

G. Para Pemimpin Mongol yang Terkenal
1. Jenhiz khan ( 7H / 12-13 M )
Jenhiz khan adalah pemimpin yang paling terkemuka tanpa tanding. Iaiah yang menundukkan seluruh mongolia dan tartar dibawah kekuasaannya dan menyatuhkan mereka, lalu membentuk pasukan yang sangat besar. Ia juga yang telah meletakkan undang-undang mongolia yang terkenal. Ia menguasai negeri-negeri asia,  antara lain bukhara, balkh, naisabur, samarkand, dan juga kota-kota besar iran.
2. Hulagu khan ( 7H/13M )
Hulagu khan adalah pemimpin mongolia yang menghabusu kekhalifaan abbasiyah, dan menghancurkan bagdad, dengan membunuh sebagian besar penduduknya. Bahkan juga membunuh khalifah al-mu'tashim, khalifah terakhir dinasti abbasiyah. Ia kemudian melanjutkan penyerbuannya menghancurkan kota-kota syiria. Hulagu juga mendurikan pemerintahan ilkhan di irak.
3. Timur lenk ( 8H/14M )
Timur lenk adalah penguasa muslim india yang memerangi negeri-negeri tetangga seperti persia, irak, syam, dan turki. Timur lenk adalah penguasa yang berani, timur lenk artiny timur yang pincang.
4. Zhahirudin babur ( 10H/15-16M )
Zhahirudin babur adalah pendirian kekaisaran mongolia ( muslim ) di india, yang berkuasa sepanjang tahun 932-1279H/1526-1858M.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
perang salib adalah perang yang dilakukan oleh umat kristen eropa dengab mengerahkan umatnya secara terorganisir yang bersifat militer, dan menurut mereka perang salib ini merupakan perang suci untuk merebut kembali Bait al-maqdis di yerussalem dari tangan umat islam.
Perang ini terjadi karena beberapa faktor yaitu agama, politik, dan ekonomi.
Bangsa mongol berasal dari daerah pengunungan mongolia. Dampak negatif dari serangan mongol kehancuran tampak jelas dimana mana dari wilyah timur hingga ke barat. Pemimpin mongol yang terkenal jenhiz khan, hulagu khan, timur lenk, dan zhahirudin babun.

DAFTAR PUSTAKA
Arnold, Thomas W. 1981, Sejarah Dakwah Islam. ( Terjemahan dari The Preaching of Islam ) Jakarta: Wijaya.
Iqbal, Akhmad, 2010,  perang-perang yang paling berpengaruh didunia, Jogjakarta: jogja bangkit publisher.
Mufrodi, Ali, 1997, islam di kawasan kebudayaan arab . Jakarta: Logos.
Samsul munir,Amir, 2009, sejarah peradaban islam , Jakarta: Amzah.
Yatim, Badri. 2000, sejarah peradaban islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ibrahim, Hasan. 1989. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Kota Kembang.
Hamka. 1975. Sejarah Umat Islam jilid II. Jakarta: Bulan Bintang.
Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Kamus Arab Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Progressif.

PRINSIP DAN PRAKTIK EKONOMI DALAM ISLAM

A. Pengertian ekonomi islam Ekonomi islam secara terminologi dalam bahasa arab berarti al-iqtisad al-islami yang berarti ekonomi yang bersif...